Shares

Pulang kantor yang hari ini berkegiatan sampe sore,akhirnya kuputuskan hangout menyambut senja di Jimbaran bareng temenku mba Putri.

Setelah janjian waktu dan tempat langganan yang akan kita gunakan mengabiskan waktu untuk hangout petang hari.

Segera meninggalkan kantor menuju suatu kafe di Jimbaran tempat janjianku dengan mba Putri,ingin salin dulu sebenarnya tapi membuat diriku malas liat antrian kendaraan menuju tempatku.

Kunikmati lagu nostalgia membelah kemacetan sore ini saat jam pulang kantor supaya ga stress dan emosi selama menikmati kemacetan ini.

Ga terasa 40mnt an perjalanan diriku memasuki parkiran cafe yang jadi langgananku selama 3bln ini menghabiskan waktu bersama teman2.

Masuk cafe lambaian tangan sahabatku melambai dari pojokan menyambutku sore ini,cipika cipiki langsung merebahkan punggung ini di sofa yang empuk.

Ngobrol sana kemari dengan putri,petang ini kudengarkan segala curcol sahabat yang sedang ada masalah rumah tangga dengan pasangannya.

Alunan musik perkusi semakin menambah nyaman tempat ini,dan semakin seksama dan berempati mendengarkan keluhan sahabat baruku ini.

Sebentar2 kutenangkan dengan mengusap bahunya saat dia terisak menceritakan masalahnya,dan dia memang butuh tempat sandaran di bahuku.

Tegukan cappucino mengiri saat diriku menghela nafas berat saat mengetahui semua permasalahan temanku ini.

Diriku bersikap netral memberikan beberapa saran dan solusi beriringan dengan datangnya senja pada hari ini,sinar redupnya seperti sahabatku sedang menghadapi masalah ini.

Lama dia bersandar di bahuku benar2 rapuh keadaannya saat ini,sebisa mungkin jadi sahabat yang ada di saat sahabatku ini sedang membutuhkan.

Lama kita terdiam sambil memandang sunset yang sedang kembali ke peraduan setelah seharian memberikan sinarnya.

Kuliat tatapan kosong di mata sahabatku ini,tatapan kosong yang kuliat di bola matanya diriku ikut merasakan kesedihannya.

Memecah keheningan kupesan makan kesukaan sahabatku ini,walau terliat ga menikmati makan malamnya tapi beberapa sendok udah cukup membuatku bahagia.

Semoga keceriaan dan kebahagiaan kembali hadir untuk sahabatku seperti sedia kala,bukan keadaan murung seperti saat ini dihadapinya.

Beranjak malam tanganku digenggamnya dengan erat seraya mengajak kembali pulang ke rumah,karena dia kepikiran anaknya yang masih balita.

Kuberikan pelukan yang kuat untuk sahabatku ini barangkali bisa menguatkan gejolak batinnya saat ini,senyuman mengiringi saat dia memasuki kendaraannya untuk kembali kita pulang ke rumah masing2.

Semangat Putri!!

Mom of two, jogging enthusiast